Cara Bijak Dalam Menggunakan Media Sosial

Media Sosial

Perkembangan teknologi turut membuat sosial media ikut menjamur. Peranan sosial media pun semakin berkembang. Jika pada mulanya hanya sekadar situs bergaul, media sosial kini bertransformasi menjadi pusat informasi rujukan publik.

Berkat kemajuan teknologi, berbagi lewat sosial media menjadi salah satu cara paling cepat dalam menyebarkan informasi. Itu sebabnya Anda harus cermat dalam menggunakan media sosial. Sebab, kesalahan-kesalahan di media sosial cenderung merugikan Anda di kehidupan nyata.

 

Tips Bijak Ber-sosial Media

Selain memiliki sisi positif, aktif di dunia maya pun memiliki potensi timbulnya hal negatif. Karena, kecanduan bermain sosial media bisa saja dialami oleh semua kalangan. Untuk bisa menghindarinya, berikut adalah tips bijak dalam menggunakan sosial media:

  1. Selektif

Media sosial memang memungkinkan kita untuk bisa menjaring pertemanan seluas mungkin. Namun, seperti halnya bergaul di dunia nyata, ada baiknya Anda selektif dalam memilah lingkaran pertemanan di media sosial.

Disarankan Anda hanya memiliki satu atau dua lingkaran pertemanan saja. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir resiko kejahatan lewat media sosial. Contohnya adalah penipuan yang mengatasnamakan teman, atau penculikan akibat salah gaul di dunia maya.

  1. Menjaga Privasi

Pada halaman profil media sosial, Anda memang bisa menggambarkan diri Anda. Namun, Anda tetap harus bijak agar tidak mengumbar semua informasi pribadi Anda. Pastikan juga akun Anda diberikan proteksi tambahan, sehingga tidak sembarang orang bisa melihatnya.

Di era teknologi saat ini, para penjahat pun sering membidik mangsanya lewat akun sosial media. Yang paling sederhana adalah membuat akun kloning dengan menggunakan foto-foto yang ada di media sosial. Hal ini tentu dapat menimbulkan fitnah dan pencemaran nama baik Anda bukan?

  1. Pintar Beropini

Media sosial tak jarang menjadi sarana Anda menuangkah buah pemikiran. Apalagi, berpendapat lewat media sosial membuat Anda tak perlu berhadapan langsung dengan lawan bicara Anda. Namun, kebiasaan asal beropini di media sosial bisa menjadi awal petaka Anda di dunia nyata.

Bisa saja opini yang Anda tuangkan lewat status ternyata menyinggung orang atau kelompok tertentu. Itu sebabnya, Anda harus benar-benar memikirkan apa dampak sebuah status yang akan Anda sebarkan. Lebih baik menghindari masalah-masalah umum yang terkait dengan isu SARA.

  1. Berpikir Sebelum Berbagi

Seperti dikatakan di awal, bahwa media sosial juga menjadi sarana berbagi informasi. Nah, ketika menerima sebuah informasi, Anda sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu. Dikuatirkan Anda ikut terlibat dalam penyebaran berita bohong alias hoax. Lebih parah lagi, Anda bisa saja terindikasi dengan organisasi tertentu akibat terlalu vulgar dalam membagikan informasi.

Undang-undang di Indonesia sudah mengatur tentang aktivitas kita di dunia maya. Salah satu poinnya terkait dengan penyebaran hoax. Daripada menyebar info yang kurang bisa dipertanggungjawabkan, lebih baik Anda membuat konten positif yang berguna untuk banyak orang.

  1. Tetap Sederhana

Karena media sosial sifatnya terbuka, Anda pun mesti menghindari menampilkan diri Anda secara berlebihan. Misalnya, selalu memposting semua aktivitas Anda dalam sehari. Atau memajang foto profil dengan beragam kemewahan yang tak semua orang bisa nikmati.

Sesekali mungkin boleh saja Anda melakukannya. Tetapi, jika terlalu sering malah orang-orang akan berpikir Anda memamerkan kekayaan. Sebab, kita tak pernah tahu reaksi orang terkait apa yang kita post bukan?

Demikianlah beberapa cara untuk bisa menjadi lebih cerdas dalam memanfaatkan media sosial. Jadikan media sosial sebagai tempat berbagi ilmu, alih-alih ruang perdebatan tanpa ujung. Jadilah netizen yang bijak dan mampu menebar sebanyak mungkin kebajikan lewat media sosial.